Pagi ini seperti biasanya dengan mata menahan kantuk yang luar biasa harus segera berkawan dengan rutinitas sehari-hari. Teringat pesan sahabat saya yang ingin sekali saya membaca buku yang dibawanya setelah seminar yang dihadirinya itu telah menginspirasinya luar biasa, penasaran dibuatnya tanpa pikir lagi saya bawalah buku ini untuk dibaca di perjalanan menuju kantor. Jujur sebelumnya belum pernah mendengar siapa pengarang buku Best Seller ini. Mungkin baru akhir-akhir ini saja melihat postingannya tentang berbagai bisnis yang digelutinya, ini juga disebabkan karena saya dan sahabat-sahabat saya sedang merintis bisnis bersama.
Pada halaman pertama sempat skeptis membaca berbagai testimoni pebisnis, pengusaha, professional enterpreneur dan orang-orang sukses dibidangnya memuji-muji kehebatan buku ini. Sangat khas "orang kita" menilai sesuatu tanpa memahami lebih dalam ;)
Pada bab pertama penulis menceritakan betapa dirinya sangat jauh dari orang yang sukses, memiliki teman maupun relasi di dalam dan luar negeri seperti dirinya saat ini.Sungguh perjuangan yang luar biasa fikir saya, bagaimana seorang anak SMP yang bodoh di dalam pelajaran Bahasa Inggris, berasal dari Sumatera ini harus terus hidup dan membiayai kuliah dengan berjualan makanan dari pukul 6 sore sampai 12 malam membantu ibu setelah sang ayah berpulang.Lihat dirinya sekarang, memiliki relasi bisnis dimanapun sampai luar negeri,bisnisnya terus berkembang,menjadi motivator, penulis buku Best Seller dan menjadi insipirator bagi banyak orang.
Semakin kagum dibuatnya ketika membaca lembaran tentang keluarga, semakin mendalami isinya tersadar keluarga adalah bekal utama untuk menapaki tangga-tangga kesuksesan.Teringat ayah dan ibu yang kian hari terbias keriput halus di wajahnya serta helaian rambut putih berjuang melawan waktu. :)
Keridhaan Allah SWT berasal dari keridhaan orang tua dan doa orang tua melipatgandakan kekuatan doa kita serta menjadi lebih "bersayap" tinggi, si penulis meneruskan.
Kebaikan Orang Tua Vs. Balasan Kita
- Saat kita berusia 1 tahun, orang tua memandikan dan merawat kita.Sebagai balasannya, kita malah menangis di tengah malam.
- Saat kita berusia 2 tahun, orang tua mengajari kita berjalan.Sebagai balsannya, kita malah kabur ketika orang tua memanggil kita.
- Saat kita berusia 3 tahun, orang tua memasakkan kita makanan kesukaan kita.Sebagai balasan, kita malah menumpahkannya.
- Saat kita berusia 4 tahun, orang tua memberi kita pensil warna.Sebagai balasannya, kita malah mencoret-coret dinding rumah dengan pensil tersebut.
- Saat berusia 5 tahun, orang tua membelikan kita baju yang bagus-bagus.Sebagai balasan, kita malah mengotorinya dengan bermain-main di lumpur.
- Saat kita berusia 10 tahun, orang tua membayar mahal-mahal uang sekolah dan uang les kita.Sebagai balasan, kita malah malas-malasan bahkan bolos.
- Saat kita berusia 11 tahun, orang tua mengantarkan kita kemana-mana.Sebagai balasan, kita malah tidak mengucapkan salam ketika keluar rumah.
- Saat kita berusia 12 tahun, orang tua mengizinkan kita menonton di bisokop dan acara lain di luar rumah bersama teman-teman kita.Sebagai balasan, kita malah meminta orang tua duduk di barisan lain, terpisah dari kita dan teman-teman kita.
- Saat berusia 13 tahun, orang tua membayar biaya kemah, biaya pramuka, dan biaya liburan kita.Sebagai balasan, kita malah tidak memberinya kabar ketika kita berada di luar rumah.
- Saat berusia 14 tahun, orang tua pulang kerja dan ingin memeluk kita.Sebagai balasan, kita malah menolak dan mengeluh, "Papa,Mama, aku kan sudah besar!"
- Saat berusia 17 tahun, orang tua sedang menunggu telepon penting, sementara kita malah asyik menelepon teman-teman kita yang sama sekali tidak penting.
- Saat berusia 18 tahun, orang tua menangis terharu ketika kita lulus SMA.Sebagai balasan, kita malah berpesta semalaman dan baru pulang keesokan harinya.
- Saat berusia 19 tahun, orang tua membayar biaya kuliah dan mengantar kita sampai gerbang kampus.Sebagai balasannya kita malah meminta mereka berhenti jauh-jauh dari gerbang kampusdan menghardik, "Papa.Mama,aku malu!"Aku kan udah gede!"
- Saat kita berusia 22 tahun, orang tua memeluk kita saat di wisuda.Sebagai balasannya,kita malah bertanya"Pa, Ma mana hadiahnya?"
- Saat berusia 29 tahun, orang tua membantu membiayai pernikahan kita.Sebagai balasannya kita malah pindah ke luar kota, meninggalkan mereka dan menghubungi mereka hanya dua kali setahun.
- Saat kita berusia 30 tahun, orang tua memberi tahu kita bagaimana cara merawat bayi.Sebagai balasannya, kita malah berkata "Papa, Mama, zaman sekarang sudah beda.Ngga perlu cara-cara seperti dulu."
- Saat berusia 40 tahun, orang tua sakit-sakitan dan membutuhkan perawatan.Sebagai balasan, kita malah beralasan "Papa,Mama, aku sudah berkeluarga. Aku punya tanggung jawab sendiri terhadap keluargaku"
- Dan entah kata-kata apa lagi yang pernah kita ucapkan kepada orang tua.Bukan mustahil, itu yang menyumbat rezeki dan kebahagiaan kita selama ini...
Perjalanan kereta tiba di stasiun terakhir, mata saya berkaca-kaca. Waktu menunjukkan pukul 7 pagi. Meresapi tulisan tersebut betapa berharganya keluarga khususnya Ayah dan Ibu. Ya, seperti sekarang ini saya berjuang untuk mereka dan adik-adik saya. Keinginan besar dan keyakinan yang kuat untuk membahagiakan mereka.Melihat mereka bangga dan tersenyum adalah mimpi terbesar saya.InsyaAllah...
Buku ini membuka fikiran dan hati untuk selalu menghargai waktu dan menikmati detik demi detik dikelilingi oleh orang-orang yang sangat kita sayang.
Benar, sukses memiliki arti yang sangat luas.Tapi bagi saya sukses adalah melihat orang tua dan adik-adik saya tersenyum bahagia setiap hari. Bangga akan diri saya dan meraih sayap-sayap mimpi yang menjulang tinggi.
Bagaimana dengan Anda?
Jangan menunggu sukses menghampiri Anda, tapi datangilah dan raih mimpi-mimpi kesuksesan.
----------------------------------------------------------------------------------------------
Thanks to You, Allah SWT for giving me the best guardian angels in my life
I love you Gilang & Yoga
Love you all unconditionally forever...........
*Special thanks to you Tika for best book i've ever read "7 Keajaiban Rezeki" by Ippho :*

No comments:
Post a Comment